Senin, 21 Mei 2012

Pesan untuk pelajar (2)

Ini merupakan lanjutan dari tulisan Pesan untuk pelajar yang saya tulis sebelumnya. Pada tulisan tersebut, saya sedikit banyak masih berpedoman masa depan yang lebih baik secara materi. Pada tulisan ini, saya ingin menekankan pada aspek pembangunan manusia Indonesia, yang mana menjadi cita2 dari para pendiri bangsa kita. Untuk aspek yang satu ini, saya mengajak para pelajar untuk bersentuhan langsung dengan alam dan masyarakat. Banyak pengalaman yang akan ditemui di lingkungan nyata, salah satunya adalah melatih kepekaan terhadap lingkungan. Orang2 yang memiliki kepekaan, akan mau berjuang demi suatu nilai di luar materi semata. Banyak contoh kasus di sekitar kita, dan yang paling menonjol adalah mereka yang sering disebut dengan relawan.

Di kota2 besar, sudah mulai ada beberapa sekolah yang sesekali waktu mengajak peserta didik untuk mengunjungi daerah pedesaan, salah satunya untuk belajar bertani. Tentu ini adalah satu bentuk wisata edukatif yang sangat bermanfaat bagi para peserta didik. Saya harap kegiatan serupa dapat diikuti oleh semua sekolah yang ada di tanah air kita ini. Saya juga pernah melihat sebuah sekolah di Surabaya mengadakan acara study tour ke hulu sungai Brantas. Di sana diajarkan tentang seputar mata air, sungai, dan hewan2 yang bisa menjadi indikator biologis untuk menentukan kualitas air.

Saya juga berpesan pada para pelajar untuk juga membangun unsur spiritual dari diri kalian dengan mengikuti kegiatan2 keagamaan yang bermanfaat. Meskipun belakangan banyak terjadi kegiatan2 yang diadakan oleh kelompok2 yang menyalahgunakan ajaran2 agama, tetapi saya masih menganggap penting adanya komunitas keagamaan dalam membangun karakter pelajar kita. Satu hal yang bisa teman2 jadikan parameter adalah tentang kesucian. Ibadah yang benar adalah ibadah yang semakin menjadikan pikiran, tubuh, dan jiwa kita menjadi lebih suci. Sehingga akan timbul pikiran positif, sikap kerendahan hati, toleransi, dan hal2 positif lainnya sebagai akibat dari ibadah kita tersebut. Bila terdapat ajaran yang mengajak kita untuk memusuhi, berbuat kekerasan, dan hal2 negatif lainnya, saya pikir ada yang salah dengan pemikiran tokoh pemimpin pada kelompok tersebut.

Selain aspek spiritual, juga perlu dilatih aspek soft skill. Yang paling menonjol di antara yang lainnya adalah masalah komunikasi. Juga tidak kalah penting masalah kreatifitas dan marketing skill. Di luar sana sudah banyak buku yang membahas tentang aspek2 ini. Intinya, bagi teman2 yang kurang suka membaca, mulailah membaca. Bagi teman2 yang sudah hobi membaca, tetapi baru jenis hiburan atau novel, mulailah baca buku2 pengembangan diri.

Yang juga ingin saya sampaikan adalah usahakan untuk memanfaatkan perpustakaan yang ada di sekitar kita. Sepengetahuan saya sudah banyak kota2 yang memiliki perpustakaan umum yang dapat diakses oleh seluruh warga, sehingga teman2 tidak perlu khawatir akan dana untuk membeli buku, karena biasanya buku2 di perpustakaan umum dapat diakses (disewa) dengan harga yang terjangkau.

Semoga bermanfaat, dan mohon komentar dan masukannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar